Substansi Konstitusi RI UUD1945


DAFTAR ISI

Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………………………………. 1

Tujuan negara  ………………………………………………………………………………………………………………….. 2

Cita-cita moral ………………………………………………………………………………………………………………….. 2

Identitas negara ……………………………………………………………………………………………………………….. 2

Pembagian kekuasaan …………………………………………………………………………………………………… 2

  • Eksekutif ………………………………………………………………………………………………………………… 2
  • Legislatif ………………………………………………………………………………………………………………… 3
  • Yudikatif ………………………………………………………………………………………………………………… 6

Lembaga negara ……………………………………………………………………………………………………………….. 8

HAM ……………………………………………………………………………………………………………………………………….. 9

  • Hak pribadi …………………………………………………………………………………………………………… 9
  • Hak  mendapat persamaan hukum dan pemerintahan …………………… 10
  • Hak sosial budaya ……………………………………………………………………………………………… 11

Sistem pemerintahan …………………………………………………………………………………………………….. 12

Hubungan pusat dan Daerah ……………………………………………………………………………………… 12

Hubungan antar lembaga negara …………………………………………………………………………….. 13

Perubahan konstitusi …………………………………………………………………………………………………….. 13

Larangan mengubah bentuk negara ………………………………………………………………………. 14


 

NO.

SUBSTANSI

PASAL-PASAL

KETERANGAN

       1.             

Tujuan Negara

  • Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4

 

  • Melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
  • Memajukan kesejahteraan umum.
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa.
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

 

       2.             

Cita-cita moral Bangsa

Pembukaan UUD 1945:

  • Alinea 2
  • Alinea 3

 

 

  • Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa …..
  • Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh ….

       3.             

Identitas  Negara

 

  • Bendera Negara
  • Bahasa Negara

 

  • Lagu kebangsaan
  • Lambang negara

 

 

  • Bentuk negara

 

 

  • Pasal  35

 

  • Pasal 36

 

  • Pasal 36 B

 

  • Pasal 36 A

 

 

 

  • Pasal  1 ayat 1

 

 

  • Pasal 1 ayat 3

 

  • Pasal 25 A

 

 

  • Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih
  • Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia
  • Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya
  • Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika

 

  • Negara Indonesia ialah negara kesatuan, yang berbentuk Republik
  • Negara Indonesia adalah negara Hukum
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang

 

       4.             

Pembagian Kekuasaan

Eksekutif

Presiden

  • Pasal 4 ayat 2

 

 

  • Pasal 5 ayat 1

 

 

 

  • Pasal 5 ayat 2

 

 

 

  • Pasal 6 ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 6 ayat 2

 

 

 

Menteri negara

  • Pasal 17 ayat 1

 

  • Pasal 17 ayat 2

 

  • Pasal 17 ayat 3

 

 

  • Pasal 17 ayat 4

 

 

Pemerintahan Daerah

  • Pasal 18 ayat 4

 

 

 

 

Legislatif

DPR

  • Pasal 19 ayat 1

 

  • Pasal 19 ayat 2

 

 

  • Pasal 19 ayat 3

 

 

  • Pasal 20 ayat 1

 

 

  • Pasal 20 ayat 2

 

 

 

 

  • Pasal 20 ayat 3

 

 

 

 

 

  • Pasal 20A ayat 1

 

 

 

  • Pasal 20A ayat 2

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 20A ayat 3

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 20A ayat 4

 

 

 

 

  • Pasal 21

 

 

  • Pasal 22 ayat 1

 

 

 

 

  • Pasal 22 ayat 2

 

 

 

  •  Pasal 22 ayat 3

 

 

DPD

  • Pasal 22C ayat 1

 

 

 

  • Pasal 22C ayat 2

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 22C ayat 3

 

 

  • Pasal 22C ayat 4

 

 

  • Pasal 22D ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 22D ayat 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 22D ayat 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 22D ayat 4

 

 

 

MPR

  • Pasal 2 ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 2 ayat 2

 

 

 

  • Pasal 2 ayat 3

 

 

 

  • Pasal 3 ayat 1

 

 

 

  • Pasal 3 ayat 2
  • Pasal  3 ayat 3

 

 

Yudikatif

MA

  • Pasar 24A ayat 1

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 24A ayat 2

 

 

 

 

  • Pasal 24A ayat 3

 

 

 

 

 

  • Pasal 24A ayat 4

 

 

  • Pasal 24A ayat 5

 

 

 

KY

  • Pasal 24B ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 24B ayat 2

 

 

 

 

  • Pasal 24B ayat 3

 

 

 

  • Pasal 24B ayat 4

 

MK

  • Pasal 24C ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 24C ayat 2

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 24C ayat 3

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 24C ayat 4

 

 

  • Pasal 24C ayat 5

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 24C ayat 6

 

 

 

  • Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden
  • Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewaan Perwakilan Rakyat
  • Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan undang-undang sebagaimana mestinya
  • Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden
  • Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut dengan undang-undang

 

  • Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara
  • Menteri-menteri  itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden
  • Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan
  • Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementrian negara diatur dalam undang-undang

 

 

  • Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis

 

 

  • Anggota Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum
  • Susunan Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan undang-undang
  • Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun
  • Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang
  • Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat perrsetujuan bersama
  • Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu
  • Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan
  • Dalam  melaksanakan fungsinya, selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini, Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat
  • Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini, setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, serta hak imunitas
  • Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan Perwakilan Rakyat dan hak anggota Dewan Perwakilan Rakyat diatur dalam undang-undang
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan undang-undang
  • Dalam hal ihkwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang
  • Peraturan Pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam persidangan yang berikut
  • Jika tidak mendapat persetujuan, maka peraturan pemerintah itu harus dicabut

 

  • Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum
  • Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat
  • Dewan Perwakilan Daerah bersidang sedikitnya sekali dalam setahun
  • Susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Daerah diatur dengan undang-undang
  • Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah
  • Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan keuangan pusat dan daerah, serta memberikan pertimbangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat atas rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama
  • Dewan Perwakilan Daerah dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai: otonomi daerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan, dan agama serta menyampaikan hasil pengawasannya itu kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bahan pertimbangan untuk ditindaklanjuti
  • Anggota Dewan Perwakilan Daerah dapat diberhentikan dari jabatannya, yang syarat- syarat dan tata caranya diatur dalam undang-undang

 

  • Majelis  Permusyawaratan Rakyat terdiri atas Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah yang anggotannya dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang
  • Majelis  Permusyawaratan Rakyat, bersidang sedikitnya sekali dala lima tahun di ibukota negara
  • Segala putusan Majelis  Permusyawaratan Rakyat, ditetapkan dengan suara yang terbanyak
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar
  •  
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan atau Wakil Presiden

 

 

  • Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan dibawah undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh undang-undang
  • Hakim Agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil profesional, dan berpengalaman di bidang hukum
  • Calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendapat persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden
  • Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung
  • Susunan, kedudukan keanggotaan dan hukum acara Mahkamah Agung serta badan peradilan di bawahnya diatur dengan undang-undang
  • Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran, martabat, serta perilaku hakim
  • Anggota komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela
  • Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat
  • Susunan kedudukan dan keanggotaan Komisi Yudisial diatur dengan undang-undang
  • Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum
  • Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar
  • Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan orang anggota hakim konstitusi yang ditetapkan Presiden, yang diajukan masing-masing tiga orang oleh Mahkamah Agung, tiga orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat, dan tiga orang oleh Presiden
  • Ketua dan Wakil Ketua Makamah

Konstitusi dipilih dari dan oleh hakim konstitusi

  • Hakim Konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, negarawan yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan, serta tidak merangkap sebagai pejabat negara
  • Pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi, hukum acara serta ketentuan lainnya tentang Mahkamah Konstitusi diatur dengan undang-undang

 

       5.             

Lembaga Negara

BPK

  • Pasal 23E ayat 1

 

 

 

 

  • Pasal 23E ayat 2

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 23E ayat 3

 

 

 

  • Pasal 23F ayat 1

 

 

 

 

 

  • Pasal 23F ayat 2

 

 

  • Pasal 23G ayat 1

 

 

 

  • Pasal 23G ayat 2

 

 

  • Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri
  • Hasil pemeriksaan  keuangan negara diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sesuai dengan kewenangannya
  • Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan /atau badan sesuai dengnan undang-undang
  • Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dengan Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden
  • Pimpinan Bdan Pemeriksa Keuangan dipilih dari dan oleh anggota
  • Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibukota negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi
  • Ketentuan lanjut mengenai Badan Pemeriksa Keuangan diatur dengan undang-undang

       6.             

HAM

  • Hak Pribadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Hak  mendapat persamaan hukum dan pemerintahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Hak sosial budaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 28 A

 

 

  • Pasal 28B ayat 1

 

 

 

 

  • Pasal 28B ayat 2

 

 

 

 

  • Pasal 28E ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 28E ayat 2

 

 

 

 

  • Pasal 28E ayat 3

 

 

 

  • Pasal 28I ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 28I ayat 2

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 28I ayat 3

 

 

 

  • Pasal 28I ayat 4

 

 

 

 

  • Pasal 28I ayat 5

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 28D ayat 1

 

 

 

 

  • Pasal 28D ayat 2

 

 

  • Pasal 28D ayat 3

 

  • Pasal 28D ayat 4
  • Pasal 28G ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 28G ayat 2

 

 

 

 

 

  • Pasal 28H ayat 1

 

 

 

 

  • Pasal  28H ayat 2

 

 

 

 

 

  • Pasal 28H ayat 3

 

 

 

  • Pasal 28H ayat 4

 

 

 

  • Pasal 28J ayat 1

 

 

 

 

  • Pasal 28J ayat 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 28C ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 28C ayat 2

 

 

 

 

 

  • Pasal 28 F

 

  • Setiap orang berhak hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya
  • Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah
  • Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi
  • Setiap  orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali
  • Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nurani
  • Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat
  • Hak untuk hidup, hak  untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut, adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun
  • Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu
  • Identitas budaya dan hak masyarakat dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban
  • Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan ha asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah
  • Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokatis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan
  • Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta pengakuan yang sama di hadapan hukum
  • Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja
  • Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan
  • Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan
  • Setiap orang berhak atas perlindunga diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi
  • Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain
  • Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan
  • Setiap orang berhak untuk mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai kesamaan dan keadilan
  • Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat
  • Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun
  • Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
  • Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang detetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis
  • Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh maanfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia
  • Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya
  • Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia

       7.             

Sistem Pemerintahan

  • Pasal 4 ayat 1

 

 

 

  • Pasal 4 ayat 2
  • Presiden Republik Indonesia memegang  kekuasaan pemerintahan menurut undang-undang dasar
  • Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden
 

       8.             

Hubungan Pusat Dan Daerah

  • Pasal 18 ayat 1

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 18 ayat 2

 

 

 

 

 

  • Pasal 18 ayat 3

 

 

 

 

 

  • Pasal 18 ayat 5

 

  • Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang
  • Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan
  • Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum
  • Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat

       9.             

Hubungan Antar Lembaga Negara

Eksekutif dan legislatif

  • Pasal 20 ayat 2

 

 

 

 

  • Pasal 20 ayat 3

 

 

 

 

 

  • Pasal 13 ayat 1

 

  • Pasal 13 ayat 2

 

 

 

  • Pasal 13 ayat 3

 

 

 

  • Pasal 14 ayat 2

 

 

Eksekutif dan Yudikatif

  • Pasal 14 ayat 1

 

 

 

  • Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama
  • Jika rancangan undang-undang it tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam perseidangan Dewan Perwakilan Rakyat  masa itu
  • Presiden mengangkat duta dan konsul
  • Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat
  • Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat
  • Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan Dewan Perwakilan Rakyat

 

 

  • Presiden memberi grasi, dan rehabilitasi dengan memperhatikan Mahkamah Agung

   10.             

Perubahan Konstitusi

  • Pasal 37 ayat 1

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 37 ayat 2

 

 

 

 

 

  • Pasal 37 ayat 3

 

 

 

 

 

 

  • Pasal 37 ayat 4

 

  • Usul perubahan Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat bila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk  diubah beserta alasannya
  • Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar, Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Putusan untuk mengubah Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dari seluruh jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat

   11.             

Larangan Mengubah bentuk negara

  • Pasal 37 ayat 5
  • Khusus tentang bentuk negara kesatuan republik indonesia tidak dapat dilakukan perubahan
 

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s